waw..waw..waw..
ternyata sudah lama blog saya ini ga diisi oleh suatu tulisan yang berbobot,,hahaha..
ternyata setelah diliat-liat lg,,banyak sampah ga pentingnya..!!
baiklah,,
mari kita tuliskan sesuatu yang bermutu disini..
huff,,
akhirnya saya tiba juga di akhir semseter 5 perkuliahan..tak terasa hampir 2,5 tahun yang akan saya lewati di institusi yang katanya terbaik bangsa ini (ga deng, padahal dah kalah jg ma univ lain di bangsa ini)..
kehidupan mahasiswa memang jauh berbeda dengan kehidupan siswa, paling tidak itu yang amat saya rasakan, yang paling signifikan adalah pola pikir dan pola mental..
entah SMA saya yang muridnya kedikitan atau di institusi ini saya menemui terlalu banyak orang. yang jelas orang-orang yang saya temui di institusi ini amat beragam..
baik-baik,
sebenarnya tulisan yang anda baca di atas sama sekali tak ada kaitanya dengan yang ingin saya tulis di bawah [hahaha,,sukurin!!]..
baca dong judulnya!! protes lg..
hmm,,
akhir semester?? ya,,sesuatu hal yang sangat lumrah yang telah menjadi aktivitas rutin akhir semester adalah Ujian AKHIR SEMESTER..haha..pastinya lah ya..
oke, seberapa dahsyat ujian ini??
ya,,saya melihat prosesi UAS tersebut sebagai sebuah simulasi ketika sebuah idealisme dan realitas terjadi sebuah 'gap'..
ya, entah mengapa semakin lama saya berkuliah disini, tantangan yang saya hadapi semakin sulit..saya tidak dapat percaya bahwa saya melewati semester kemarin dengan keluh kesah, dibandingkan dengan semester ini, uuhh..semester kemaren mah cetek, ga ada apa-apanya..
ketika semester kemarin saya tidur jam 1 dini hari, semester ini jam setengah empat subuh!!
ditambah dengan beban pikiran yang lain,,
oke: keyword = beban pikiran yang lain..seenggaknya pada UAS kali ini, bukan hanya si ujian yang duileee,,materinya makin menggila dan makin susah tergapai,,yang dipikirin..tapi juga ada beberapa masalah lain yang sama sekali ga bisa ditinggalkan..
oke, yang disebut urusan lain itu urgensinya segimana sih? saya ga bisa bahas secara gamblang dan detail disini, karena etika kerjaan yang saya harus pegang memang mengatur demikian..
yang pertama, berkaitan dengan uang puluhan juta..!!
yang kedua, berkaitan dengan kepentingan 200 orang..!!
see,,dan saya adalah yang bertanggung jawab atas kedua urusan itu [ditambah masih ada urusan lain, tapi yang lain itu terlampau subjektif urgensinya]
lalu apa hubunganya dengan ujian?
oke, hampir semua teman lain yang saya kenal di jurusan saya mayoritas juga punya urusan lain yang sama atau bahkan lebih besar daripada saya..
misalnya teman saya si A jadi presiden asrama apaa gt, jadi ketua sebuah kepanitiaan acara berlingkup nasional yang panitianya sendiri melingkupi 3 angkatan, jadi ketua ini, ketua itu,,
sementara,
materi kuliah semakin abstrak!!
dan inilah yang membawa kita pada sebuah kondisi yang saya sebut sebelumnya dengan 'ketika sebuah idealisme dan realitas terdapat sebuah kesenjangan'
contohnya saya,
ya,,saya ingin optimal dalam mengerjakan pekerjaan saya yang bernilai puluhan juta,,juga ingin dapat memberikan pelayanan berkualitas terhadap 200 orang itu dengan rapat yang tak berakhir,,nilai akhir yang bagus!!,,dan anak yang dapat diandalkan ketika orang tua membutuhkan..
dan terjadi kadang-kadang saya harus menjadi semua itu!!
ketika seorang direktur schlumberger menawarkan waktunya untuk bertemu dengan saya, dimana pada saat yang sama saya harus berada di dalam rapat yang sangat menentukan masa depan 200 orang, ada sebuah mata kuliah yang menyelenggarakan quiz dan bobot nilai quiz itu tinggi..
tiba saat kita menghadapi sebuah dilema dalam memilih..
ada idealisme yang kita korbankan dengan pilihan yang kita ambil..!!
yahhh..mungkin ini yang disebut dengan dewasa..
ketika kita telah berhasil memilih..
karena kalo misalnya saya nanya orang 'musti gimana?' pasti dijawabnya 'yaa,,kamu kan dah dewasa, jadi dah tau dong mana yang terbaik buat kamu..'
gitu,
jadi parameter dewasa adalah ketika kita berhasil memilih pilihan yang sulit??
yahh..mungkin analogi yang saya pilih di atas terlihat seperti hal-hal besar..
sebenernya banyak juga peristiwa-peristiwa remeh yang berhubungan dengan idealisme yang kita pilih..
misalnya, nyontek pas ujian..ninggalin solat ashar karena buru-buru,,yahh..cem itu lah..
got the point?
terkadang ada beberapa fasa dalam hidup ini yang ga bisa dibiarin gitu aja mengalir bagai air, tapi kita harus bisa nentuin mau kemana air itu mengalir dengan bisa ngeliat dengan bijak hambatan-hambatan apa aja yang bakal menghambat laju air..
yep..
kita harus tau, mau jadi apa kita? apa yang sebenernya pengen kita capai..
itu sih,,
*medan berjuang tak semudah medan berkata-kata*